Dear All,
Hopefully you have enjoyed your long holiday.
Crhistmas and new year holiday in two weeks in a row, yeah excited ....
I'm grateful, i can celebrate new year with my beloved fiance "Bleqik", my beloved friends Rizka and Alit.
Yeah, we meet agains, celebrate new year in other place "Jakarta".
Different with 2 years ago, we celebrate new year 2011 in Jogjakarta and still student.
Now in 2013, we were employee, have income and have more money to spend for enjoy.
Night of new year, we were spending our time to enjoying car free night at along Sudirman street, and finally we was watching firework party at Bundaran HI.
Awesome, although that was rainny but every people still happy to watching fireworks.
We were enjoying see the fireworks rain in the middle of tower building with beloved one.
So romantic right ?
Not just fun, i have new Resolution in 2013, goals and desire. There are :
1. I have to get a job at state-owned company (BUMN)
2. I have to get 2 digit incomes
3. I have to change my style to be more interesting, be pretty and fashionable ( although i was pretty )
4. I should have a savings LM 100 grams
5. I should have make my parents be proud of me, and i'll be make they are so happy.
6. Planning marriage with my fiance "Bleqik"
7. Have more friends
I think its enough, i hope its come true.
I'm grateful becouse in 2012 to be together Bleqik agains, after one year ago we long distance relationship,
i can be employee with more sallary, can saving LM agains, and Resurrection is not proven this year.
^_^
Yeah, lets welcoming 2013 . .
Happy New Year 2013..
My Little Note
Filling, Doing, And Sharing
Rabu, 02 Januari 2013
Selasa, 02 Oktober 2012
Trip To Tidung Island
Bersama kurang lebih 1500 orang dari komunitas GMT3 (Gabung Mulung Tidung 3) dari kakigatel.com, saya mengikuti trip ini dengan misi utama MULUNG ( membersihkan pulau tidung dari sampah ).
Berangkat dari Dermaga Bahtera ( letaknya dekat dengan Ancol ) pukul 09.00 lewat ( karena ngaret ),
saya dan rombongan naik kapal yang berkapasitas 200 orang.
| Karena kapal over loading alhasil kita udah kayak korban perang yang siap di evakuasi. |
Setelah tiba di pulau tidung, kami dikumpulkan di dermaga untuk pembagian homestay.
Karena kami kelelahan dalam perjalanan, maka setelah makan siang kami pun tertidur pulas sampai-sampai kelupaan untuk mulung, agenda utama kami.
Dikarenakan sudah terlalu sore dan kurangnya informasi team leader kami akan spot area untuk mulung, maka kegiatan mulung pun berubah jadi kegiatan bebas ( just for our team ).
Disayangkan sekali kami tidak ikut berkontribusi di acara sosial ini.
Sore hari kami gunakan untuk jalan-jalan ke jembatan cinta, trandmark-nya pulau Tidung.
Jembatan yang menghubungkan pulau Tidung besar ke pulau Tidung kecil memiliki panjang sekitar 2,5 km. Dan kondisinya sudah cukup memprihatinkan, mengingat jembatan ini dari kayu yang sudah cukup rapuh.
Apalagi harus menahan beban dari rombingan kami yang jumlahnya 1500 orang yang lalu lalang di jembatan ini, wah kasian banget jembatan cinta.
Karena saya tidak ikut snorkeling, maka saya dan beberapa teman saya sepakat menyewa kapal.
Kami membayar 300.000 untuk mengelilingi pulau-pulau lain disekitar pulau tidung.
Pulau yang kami selanjutnya adalah pulau payung kecil, dan pulau payung besar.
Pulau payung kecil hanya hamparan pasir putih, kemungkinan jika air laut sedang pasang pulau ini akan tenggelam.
Sedangkan untuk pulau Payung besar, cukup luas tapi tidak seluas pulau tidung, terdapat laguna yang airnya hijau di pinggir dermaganya, pemandangannya lebih cantik dan bersih dibandingkan pulau tidung.
Banyak penjual makanan dan penginapan pula dipulau ini.
Di tepi pantainya ditumbuhi dengan pohon pinus, menambah keexotisan pulau ini.
![]() |
| Sewa kapal nelayan |
![]() |
| Di pulau Payung Kecil (TS mukanya ketutupan rambut) |
| Laguna pulau Payung |
![]() |
| Pulau Payung |
![]() |
Pulau Payung![]() |
Indah bukan?? Ternyata negeri kita kaya akan keindahan pulau beserta isinya.
Dibalik kerumitan kota jakarta ternyata ada keindahan yang belum tereksplore dibaliknya. Dan kepulauan seribu tidak hanya terdiri dari Tidung dan payung saja, tapi masih banyak pulau lainnya.
Mari cintai keindahan wisata negeri kita sebelum kita cintai wisata negara lain.
(*_*)
Jumat, 14 September 2012
Hello world
14 September 2012
Since of 12 July i was be employee in foreign company at Jakarta.
Although, fewer employees but im fun, and its different with my last job in Cirebon, very different.
Nggak percuma jauh-jauh merantau ke ibukota, n be better lah dari
yang sebelumnya.
Dari 8,5 jam bekerja 5 hari dalam seminggu, 80% i spent time to browse, 'leyeh-leyeh', you tube-an, and really its make me bored and sleepy. But i can get money with this job. So than i wasting time, i decided to write my blog again.
Okey, i'll tell to you why i disappeared during write a blog. yeah, right, i have been employee right now, im at office and i dont have internet connection to write in my blog.
And now than i wasting my time in office, i write better.
My last post is about my mini boarding house. And now i have big boarding house, new friends, and also good owner. But i'd decided to move from there because transportation. What a pity, i love stay on there, but stay in boarding house near office is better, for saving and without late.
I hope i'll find new great friends on there and good owner too.
Rabu, 27 Juni 2012
Hidup dari keterbatasan
Terlintas untuk ingin pulang ke kediaman orang tuaku, tapi terngiang lagi niat semula ku untuk merantau ke jakarta, yakni untuk mencari pekerjaan, rejeky dan kehidupan yang lebih baik.
Sudah seminggu berlalu aku menginjakkan kaki di ibukota ini, beberapa panggilan kerja sudah aku datangi, sampai-sampai nyasar adalah salah satu kebisaanku.. Humf tapi blm ada satupun yang 'nyangkol' dan menjadi jodohku.
Menganggur taun ini lebih terasa dibandingakan dengan taun lau, karena sekarang aku di kota yang berbeda, yang sama sekali tidak aku kenal, kalau gak ada panggilan kerja aku hanya berdiam diri dikamar kost apply job by internet.. Benar-benar jobless, aku merasa seperti org tidak berguna, menghabiskan waktu dengan sia-sia, dan tidak produktif.
Berbekal tabungan dari gaji qu selama beberapa bulan di perusahaan sebelumnya, aku meniatkan untuk bisa hidup selama sebulan di kota ini, dan dengan dalam kurun waktu tersebut aku harus mendapatkan pekerjaan.
Itu adalah tekadku.
Aku tinggal di kmar kost yg sangat sangat mini, hufff kamar terkecil yang pernah aku temui. Ga tau ukurannya berapa tapi yang jelas cukup untuk selonjoran.
taraaaaaaaaaaaaa ini kamarku...
Sudah seminggu berlalu aku menginjakkan kaki di ibukota ini, beberapa panggilan kerja sudah aku datangi, sampai-sampai nyasar adalah salah satu kebisaanku.. Humf tapi blm ada satupun yang 'nyangkol' dan menjadi jodohku.
Menganggur taun ini lebih terasa dibandingakan dengan taun lau, karena sekarang aku di kota yang berbeda, yang sama sekali tidak aku kenal, kalau gak ada panggilan kerja aku hanya berdiam diri dikamar kost apply job by internet.. Benar-benar jobless, aku merasa seperti org tidak berguna, menghabiskan waktu dengan sia-sia, dan tidak produktif.
Berbekal tabungan dari gaji qu selama beberapa bulan di perusahaan sebelumnya, aku meniatkan untuk bisa hidup selama sebulan di kota ini, dan dengan dalam kurun waktu tersebut aku harus mendapatkan pekerjaan.
Itu adalah tekadku.
Aku tinggal di kmar kost yg sangat sangat mini, hufff kamar terkecil yang pernah aku temui. Ga tau ukurannya berapa tapi yang jelas cukup untuk selonjoran.
taraaaaaaaaaaaaa ini kamarku...
Dan yang lebih parah, atap kamar ni bocor kl ada yang nyuci diatas, parah bgd gan. ni gambarnya.
Aku masih beruntung, karena ada mangkok n piring nie aku ga jadi kebanjiran
Miris banged,, tapi aku nikmatin aja, mau gimana lagi keadaannya memang seperti ini.
Salah satu motivasi aku untuk bisa berjung di kota ini adalah 'Hidup dari keterbatasan bisa membuatmu kuat'
Maka dari itu jadikanlah segala keterbatasanmu menjadi kelebihanmu...
Semangatttttt !!!!!!!!
Sabtu, 31 Desember 2011
Renungan Akhir Tahun
Waktu adalah sesuatu yang tak terbendung, ia akan terus bergerak sekalipun kita telah lelah untuk beranjak dari tempat kita berdiri, ia akan terus melangkah ke depan sekalipun kita telah kehilangan semangat dalam mengarungi kehidupan ini.
Tapi inilah realitas dari kehidupan, ketika kita merasa telah berjuang begitu keras, ternyata masih banyak kerikil tajam yang masih mengganjar di setiap langkah kita, ketika kita telah berupaya, masih ada kegagalan yang menghampiri kita, masih ada tangis yang mengiringi jalan kita, masih banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kita, apalagi ketika kita memasuki tahun-tahun penuh tantangan seperti ini.
Di pekerjaan, ketika kita didudukan sebagai karyawan, kita merasa tenaga kita telah diperas habis oleh perusahaan dan sebaliknya sebagai pemilik perusahaan, kita merasa karyawan kita kurang berdedikasi dan tidak bertanggungjawab, dan hanya pintar menuntut. Dan ketika hal itu terjadi pada diri kita, ketika kita dibenturkan dengan masalah-masalah tersebut, kita merasa sebagai makhluk yang paling malang, sebagai insan yang paling menderita di dunia.Kita pun segera bertanya-tanya, mengapa alam begitu tidak adil, mengapa kita harus terlahir menanggung derita-derita yang berkepanjangan ini?
Ketika rentetan peristiwa datang bertubi-tubi dan pertanyaan itu tak terjawabkan, kita dilanda rasa frustasi yang teramat sangat, kita merasa begitu lelah, kita merasa terabaikan, tubuh kita seakan mati rasa, denyut nadi kita berhenti sesaat, kita segera terjebak dalam ruang gelap yang tidak pernah kita tahu kapan berakhirnya.Lalu, sebelum semuanya semakin kelam, mari kita katup mata kita dan buka hati kita, mari kita manfaatkan waktu ini untuk merenung, menelaah dan mencari pencerahan dari cerita kecil ini, sang tukang kayu dalam kisah ini mungkin akan membangunkan hati kita.
Dikisahkan, seorang tukang kayu yang telah kelelahan berkarya ingin segera menjalani kehidupan pensiunnya, sejak awal dia adalah tukang kayu yang berbakat, tukang kayu yang berdedikasi tinggi atas pekerjaannya, tukang kayu yang bertanggung jawab penuh.Ketika ia menyampaikan keinginannya kepada Sang Tuan, ia malah diberi tugas terakhir sebelum pensiun, sang Tuan ingin ia membuat sebuah rumah megah untuknya.
Tukang kayu yang berbakat itu tiba-tiba berubah, ia menjadi tukang kayu yang sembrono, tukang kayu yang asal-asalan. Pukulan palu yang harus ia ayunkan tiga kali, hanya ia ayunkan satu kali, itu pun ia lakukan dengan tidak sepenuh hati. Dengan terpaksa ia menyelesaikan tugas terakhirnya, ia merasa Sang Tuan tidak lagi berpihak padanya, ia sungguh kecewa. Dan kekecewaannya ia lampiaskan pada pekerjaanya.
Sebuah “Rumah Mewah” yang jauh dari arti “Mewah ” akhirnya selesai tepat waktu.Ketika hari pensiun tiba, sang tukang kayu akhirnya mendapat sebuah amplop yang berisi sejumlah uang pensiun dan sebuah “KUNCI” rumah. Ketika ia menerimanya segera ia tersadar, ternyata kunci yang digenggamnya adalah kunci dari “Rumah Mewah” yang baru selesai dibangunnya. “Hadiah special ini dipersembahkan padamu, karena kerjamu yang luar biasa dan berdedikasi selama bekerja di sini.” Kata Sang Tuan.Lalu, sang tukang kayu hanya mampu melihat kunci rumah itu dengan “PENYESALAN”.
Bukankah kita seperti tukang kayu ini, kita kadang-kadang lupa bahwa kita adalah pembuat rumah untuk diri kita sendiri.Ketika kita membangun rumah masa depan kita dengan sembrono, kita akan mendapatkan rumah yang mungkin kita tidak sukai, tapi itulah rumah yang harus kita tempati, rumah yang kita bangun dengan ayunan tangan kita. Kita boleh merasa kecewa ketika kita mendapati kenyataan bahwa rumah kita tidak seindah yang kita impikan, bahkan reok.
Kita boleh merasa kecewa ketika kita harus melalui kehidupan yang tidak menyenangkan, tapi inilah realitas hidup, sedih yang berkepanjangan tidak akan mengubah rumah yang telah kita bangun dengan tangan kita sendiri, oleh karma yang telah kita tanamkan.
Lalu, mari kita kembali pada kehidupan kita yang keras, yang penuh tantangan, ketika segalanya berubah menjadi kacau dan tidak terkendali, ketika kita begitu frustasi. Saat ini, kita masih diberi waktu untuk mengubah rumah masa depan kita, kita masih diberi waktu untuk memperindah setiap sudut ruangan hati kita. Mari kita kembali renungkan apa yang telah kita perbuat selama ini, bagaimana kita membangun rumah kita, seberapa baik kita telah membangun masa depan kita? Disadari atau tidak, kita dapat membangun rumah kecil kita melalui hal-hal sederhana, kita dapat membangunnya melalui pelukan kita pada mama, melalui secangkir kopi yang kita suguhkan pada papa, melalui kecupan selamat pagi untuk pasangan kita, atau melalui aluran tangan kita untuk menuntun bocah-bocah kecil kita.
Beban berat yang kita pikul akan menjadi lebih ringan, karena tangan-tangan kasih dari ayah bunda, saudara, kerabat dan teman akan membantu kita melaluinya. Dan kita pun akan menjadi kokoh. Melalui kesempatan ini, ketika kita masih ada waktu, selama kita masih diberi kesempatan untuk berbagi kasih, mari kita lakukan hal-hal sederhana itu sekali lagi. Mari peluk Mama yang di samping kita dan nyatakanlah cinta kita, mari kita kecup kening bocah kecil kita, mari kita genggam tangan pasangan kita dengan mesra, mari kita jabati teman kita dan katakan betapa kita menghargai persahabatan itu dan mari kita maafkan mereka yang pernah menyakiti kita.
Masa Lalu adalah Lukisan Yang Telah KUSAM, Masa depan adalah Lukisan Yang ABSTRAK dan SAAT ini adalah Lukisan Yang Paling NYATA ”
Tapi inilah realitas dari kehidupan, ketika kita merasa telah berjuang begitu keras, ternyata masih banyak kerikil tajam yang masih mengganjar di setiap langkah kita, ketika kita telah berupaya, masih ada kegagalan yang menghampiri kita, masih ada tangis yang mengiringi jalan kita, masih banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kita, apalagi ketika kita memasuki tahun-tahun penuh tantangan seperti ini.
Di pekerjaan, ketika kita didudukan sebagai karyawan, kita merasa tenaga kita telah diperas habis oleh perusahaan dan sebaliknya sebagai pemilik perusahaan, kita merasa karyawan kita kurang berdedikasi dan tidak bertanggungjawab, dan hanya pintar menuntut. Dan ketika hal itu terjadi pada diri kita, ketika kita dibenturkan dengan masalah-masalah tersebut, kita merasa sebagai makhluk yang paling malang, sebagai insan yang paling menderita di dunia.Kita pun segera bertanya-tanya, mengapa alam begitu tidak adil, mengapa kita harus terlahir menanggung derita-derita yang berkepanjangan ini?
Ketika rentetan peristiwa datang bertubi-tubi dan pertanyaan itu tak terjawabkan, kita dilanda rasa frustasi yang teramat sangat, kita merasa begitu lelah, kita merasa terabaikan, tubuh kita seakan mati rasa, denyut nadi kita berhenti sesaat, kita segera terjebak dalam ruang gelap yang tidak pernah kita tahu kapan berakhirnya.Lalu, sebelum semuanya semakin kelam, mari kita katup mata kita dan buka hati kita, mari kita manfaatkan waktu ini untuk merenung, menelaah dan mencari pencerahan dari cerita kecil ini, sang tukang kayu dalam kisah ini mungkin akan membangunkan hati kita.
Dikisahkan, seorang tukang kayu yang telah kelelahan berkarya ingin segera menjalani kehidupan pensiunnya, sejak awal dia adalah tukang kayu yang berbakat, tukang kayu yang berdedikasi tinggi atas pekerjaannya, tukang kayu yang bertanggung jawab penuh.Ketika ia menyampaikan keinginannya kepada Sang Tuan, ia malah diberi tugas terakhir sebelum pensiun, sang Tuan ingin ia membuat sebuah rumah megah untuknya.
Tukang kayu yang berbakat itu tiba-tiba berubah, ia menjadi tukang kayu yang sembrono, tukang kayu yang asal-asalan. Pukulan palu yang harus ia ayunkan tiga kali, hanya ia ayunkan satu kali, itu pun ia lakukan dengan tidak sepenuh hati. Dengan terpaksa ia menyelesaikan tugas terakhirnya, ia merasa Sang Tuan tidak lagi berpihak padanya, ia sungguh kecewa. Dan kekecewaannya ia lampiaskan pada pekerjaanya.
Sebuah “Rumah Mewah” yang jauh dari arti “Mewah ” akhirnya selesai tepat waktu.Ketika hari pensiun tiba, sang tukang kayu akhirnya mendapat sebuah amplop yang berisi sejumlah uang pensiun dan sebuah “KUNCI” rumah. Ketika ia menerimanya segera ia tersadar, ternyata kunci yang digenggamnya adalah kunci dari “Rumah Mewah” yang baru selesai dibangunnya. “Hadiah special ini dipersembahkan padamu, karena kerjamu yang luar biasa dan berdedikasi selama bekerja di sini.” Kata Sang Tuan.Lalu, sang tukang kayu hanya mampu melihat kunci rumah itu dengan “PENYESALAN”.
Bukankah kita seperti tukang kayu ini, kita kadang-kadang lupa bahwa kita adalah pembuat rumah untuk diri kita sendiri.Ketika kita membangun rumah masa depan kita dengan sembrono, kita akan mendapatkan rumah yang mungkin kita tidak sukai, tapi itulah rumah yang harus kita tempati, rumah yang kita bangun dengan ayunan tangan kita. Kita boleh merasa kecewa ketika kita mendapati kenyataan bahwa rumah kita tidak seindah yang kita impikan, bahkan reok.
Kita boleh merasa kecewa ketika kita harus melalui kehidupan yang tidak menyenangkan, tapi inilah realitas hidup, sedih yang berkepanjangan tidak akan mengubah rumah yang telah kita bangun dengan tangan kita sendiri, oleh karma yang telah kita tanamkan.
Lalu, mari kita kembali pada kehidupan kita yang keras, yang penuh tantangan, ketika segalanya berubah menjadi kacau dan tidak terkendali, ketika kita begitu frustasi. Saat ini, kita masih diberi waktu untuk mengubah rumah masa depan kita, kita masih diberi waktu untuk memperindah setiap sudut ruangan hati kita. Mari kita kembali renungkan apa yang telah kita perbuat selama ini, bagaimana kita membangun rumah kita, seberapa baik kita telah membangun masa depan kita? Disadari atau tidak, kita dapat membangun rumah kecil kita melalui hal-hal sederhana, kita dapat membangunnya melalui pelukan kita pada mama, melalui secangkir kopi yang kita suguhkan pada papa, melalui kecupan selamat pagi untuk pasangan kita, atau melalui aluran tangan kita untuk menuntun bocah-bocah kecil kita.
Beban berat yang kita pikul akan menjadi lebih ringan, karena tangan-tangan kasih dari ayah bunda, saudara, kerabat dan teman akan membantu kita melaluinya. Dan kita pun akan menjadi kokoh. Melalui kesempatan ini, ketika kita masih ada waktu, selama kita masih diberi kesempatan untuk berbagi kasih, mari kita lakukan hal-hal sederhana itu sekali lagi. Mari peluk Mama yang di samping kita dan nyatakanlah cinta kita, mari kita kecup kening bocah kecil kita, mari kita genggam tangan pasangan kita dengan mesra, mari kita jabati teman kita dan katakan betapa kita menghargai persahabatan itu dan mari kita maafkan mereka yang pernah menyakiti kita.
Masa Lalu adalah Lukisan Yang Telah KUSAM, Masa depan adalah Lukisan Yang ABSTRAK dan SAAT ini adalah Lukisan Yang Paling NYATA ”
Catatan Akhir Taun
Masih anget ingatan malam taun baru 2011 lalu, kayaknya baru aja dilalui, tapi sekarang dah mau tutup taun aja.
Waktu berlalu dengan cepat, ga kerasa semuanya dilalui dengan begitu singkat. Masih ingat dalam ingatan, tahun baru kemarin kami : aku, my 'pear', dan dua sahabatku merayakannya dengan makan2 di kontrakan 'bersejarah' di jl.tawes 5, kenapa aku sebut bersejarah karena banyak sekali kenangan tersimpan di kontrakan itu. Kami masak besar, bakar2an ayam dan lauk pelengkap lainnya, kami makan dan habiskan tanpa sisa. Setelah itu sekitar jam 8 kami keluar mencari keramaian taun baru di jogja. Semalaman kami kelilingi kota jogja, mulai dari arah timur candi prambanan, beralih ke bukit bintang wonosari yang sudah sudah penuh dengan lautan manusia yang ingin menyaksikan 'fire works' dari atas bukit, kemudian kami turun ke arah 'JEC' yang ternyata sepi dari keramaian manusia, sambil menunggu datangnya jam 12, kami 'ngangkring' di angkringan sekitar 'JEC' sembari membicarakan tempat mana yang asyik untuk nonton kembang api,, dan dari pembicaraan tersebut kami memutuskan untuk melihat kembang api dari atas jembatan Janti. Ternyata kami salah prediksi, jembatan Janti pun sudah diipenuhi oleh warga setempat, kami pun tak punya tempat. Karena kurang puas melihat 'fire works' dari Janti yang penuh sesak maka kami pun turun untuk mendekati arah pesta kembang api, kami menyusuri jalan Solo yang dinggir jalanannya sudah penuh orang2 yang menyalakan kembang api. Akhirnya kami berhenti di dekat ruko Gardena, dan kami menikmati letusan kembang api yang saling bersautan dari berbagai arah. Jujur, aku takut dengan kembang api, tapi melihat keindahannya dan kebersamaan kami, aku pun sangat menikmatinya.
Usai pesta kembang api yang sangat semarak, kami berkelana melihat sisa keramaian pesta, mulai dari UGM, taman benteng Van Derburg yang penuh dengan sampah dan kertas sisa letusan kembang api, hingga jalan Magelang yang dimana berderetan tempat dugem (yang ini jelas kita ga berani masuk, muka cupu n dompet kering gini ga layak buat dugem,hahaha).
Ga kerasa udah jam 3, akhirnya kami memutuskan untuk pulang, hufffhhh rasanya seperti habis touring, cape banget.. Taun baru kali ini aku merindukan kalian dan saat2 itu...
2011 ini bisa dikatakan sebagai taun ujian kesabaran buat aku, berbagai macam ujian aku hadapi di taun ini,
semuanya aku rekam dalam ingataku,, dan ini jelas banged di memoriku, karena taun ini 'sesuatu' hal dimulai,.
1. Ujian kesabaran LDR-an with my 'pear'.
Dia wisuda 2 bulan lebih awal dari aku, hari wisudanya bertepatan dengan hari jadi kami yangg ke3. Dua minggu setelah itu dia meninggalkanku untuk bekerja di Bekasi,, huffh masih kerasa sedihnya mpe sekarang, ditinggal pergi secara dadakan, dengan keadaanku yang belum wisuda dan bekerja, otomatis aku harus berjuang sendiri di Jogja dan yang paling berat kami harus Long Distance Relationship, ouchh 'unforgotable moment'.
2. Ujian kesabaran mendapatkan status 'karyawati'
Nyari kerja emang ga mudah, sulit adalah kata lainnya, fakto 'Lucky' sangat berpengaruh. Target dapet kerja setelah lulus yudisium, wisuda, umurku 23, habis lebaran, idul adha, hingga dipenghujung tahun aku baru bisa mendapatkan apa yang disebut dengan status 'karyawati'.
Inilah catatan akhir taunku, aku berharap taun depan lebih cerah dan berkilau dari taun ini, dan aku masih bisa bersama orang2 yang kucintai, mendapatkan karir yang lebih bagus, bukan sekedar 'karyawati' tapi 'pegawai BUMN' tentunya dengan penghasilan yang tinggi.
Amieeenn...
Rabu, 16 November 2011
Hikmah lain dari The Social Network

The Social Network
Di tahun 2003, ada seorang mahasiswa Harvard University bernama Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg). Meskipun ia cerdas, mahir berkomputer, dan sudah memiliki kekasih bernama Erica (Rooney Mara), tapi ia masih saja kesepian. Malah karena sifatnya itu, Erica memilih berpisah dari Mark dengan alasan karena Mark selalu menyendiri dan asyik dengan dunianya sendiri. Malamnya, di kamar yang redup, ia duduk di depan komputer dengan botol bir di sampingnya. Di situlah ia membuat situs Facemash, yang menjadi cikal bakal Facebook, dimana cowok bisa menilai seberapa cantik gadis-gadis kampus.
Setelah Facemash berganti nama menjadi Facebook, semua orang bisa berteman jika mereka memerlukan bantuan. Tapi, lama kelamaan ajang pergaulan global tanpa batas itu menjadi semakin curang. Jika seseorang merasa tak diperlukan lagi, maka temannya bisa memutuskan pertemanannya dengan orang itu. Ketika Facebook sudah dikenal luas, Mark tega meninggalkan Eduardo Saverin (Andrew Garfield), teman sekampus Mark yang ikut mendanai situs Facebook. Malah, Mark berkongsi dengan Sean Parker (Justin Timberlake). Mungkin karena itu, Mark menjadi kaya dengan Facebook-nya sementara polemik baru telah dimulai.
You dont get to 500 million friends without making a few enemies.
yap inilah tag line dari The Social Network movie, memang agak ketinggalan kalao saya membahas film ini sekarang, tapi tidak ada kata terlambat untuk mengulas keberhasilan film yang diangkat dari kisah nyata berdirinya Facebook, jejaring sosial yang fenomenal itu.
Berawal dari putus cinta, mabuk, marah, bodoh, dan blogging.
Dimulailah suatu karya yang banyak menyita perhatian masyarakat dunia, tercipta dari seorang jenius muda yang tingkat emosionalnya masih sangat bergejolak, yah jiwa muda (kayak lagunya Nidji).
Semakin dia marah semakin pula dya berekspansi, memperluas jaringannya dan memperkaya imajinasinya. Satu hal yang patut kita contoh, keterpurukan bisa membuat kita menjadi hebat bahkan menjadi sesuatu yang tak pernah kita duga.
Hikmah lain dari film ini adalah jangan sampai kita seperti kacang lupa kulitnya, ketika facebook sudah memiliki 1juta anggota dan beromzet milyaran dollar, Mark tega mendepak Eduardo yang merupakan sahabatnya yang turut membiayai berdirinya Facebook, Mark juga tega memutuskan hubungan dengan si kembar Winklevoss yang merupakan penggagas berdirinya proyek Facebook. Pada akhirna Mark harus membayar mahal atas keserakahannya ini.
Kita tidak dapat memiliki banyak teman tanpa memiliki beberapa musuh. You dont get to 500 million friends without making a few enemies.
Langganan:
Komentar (Atom)








